3 mata pelajaran yang bisa menaklukan dunia versi anak sekola

    mata pelajaran atau biasa dikenal sebagai mapel oleh kalangan usia SMP, SMA, dan SMK ini merupakan istilah nama dalam dunia pendidikan untuk menyebutkan satuan dari materi yang di dapatkan, seperti mata pelajaan IPS, IPA, Biologi, kimia, sosiologi, dan lain sebagainya. 

    sebelum memulai ke inti dari topik kali ini, sekali lagi saya mau mengatakan bahwa ini semua murni hanya pendapat dan prinsip saya dalam menjalan hidup di dunia pendidikan hingga sekarang saya menginjak bangku kuliah. pendapat dan prinsip ini sudah saya pernah ceritakan dalam artikel cerita saya yang sebelumnya berjudul  "Alhamdulillah, Akhirnya Hidayahku Datang". ya, meskipun disitu saya menceritakan semuanya hanya selintas tidak secara over all. karena jika menjelaskan lebih rinci ke arah tersebut, nantinya apa yang saya ingin utarakan dalam artikel tersebut terbuang sia sia. the last ini saya bukan bermaksud promosiin salah satu bimbel di kota kelahiran saya yang membuat saya menjadi seperti ini.

    saya mau bertanya pada kalian yang membaca artikel ini, khusus nya kepada orang-orang yang mungkin sudah kuliah, kerja, nikah, punya anak, punya cucu (?), atau yang mungkin masih anak sekola sudah menyadari secara garis besar di setiap mata pelajaran yang ada di sekola baik itu untuk mata pelaran yang mengambil jurusan IPA, IPS, atau mungkin sekola-sekola agama, atau  mungkin sekola-sekola yang langsung pada praktek kerja (untuk jurusan bahasa, aku ga tau pasti ada atau engga, karna jurusan aku waktu SMA bukan bahasa. jadi sekali lagi minta maap untuk para pembaca yang mengambil jurusan bahasa) biasanya selalu menyertakan beberapa materi yang berhubungan perhitungan, ga cuman di sebuah materi pelajaran di sekola. tapi juga di kehidupan kita seperti menghitung uang pengeluaran dan pemasukan yang kita pakai; menghitung beberapa jajanan yang akan kita beli, tapi tidak sesuai dengan budget yang kita punya pada saat itu; danlain sebagainya, mungkin sekarang para pembaca sedang merenungkan diri bener apa salah dengan semua omongan yang saya utarakan ini di kehidupan kalian, iya kan (?). kalau memang seperti itu, selagi kalian memikirkan hal tersebut, saya mau melanjutkan topiknya. 

    di awal cerita pada artikel ini, saya menyangkut pautkan semua hal mengenai perhitungan yang pasti semuanya para pembaca sudah menduga apa yang akan saya jelaskan di cerita selanjutnya. Yap, benar! mata pelajaran yang mau saya ceritakan selanjutnya adalah mata pelajaran yang paling dan sangat di benci mungkin sama hampir seluruh orang atau murid yang ada di dunia, sehingga mungkin ada beberapa dari pembaca atau orang atau murid saat ingin masuk SMA/SMK yang di kenal merupakan salah satu dari dua jenjang pendidikan yang akan menentukan nasib kalian kedepannya. saat kalian masuk SMA/SMK, pihak sekola akan bertanya "dek, adek mau masuk jurusan apa? ipa, ips, atau bahasa?" dan selanjutnya kalian bertanya perbedaan dari ketiga jurusan tersebut yang nantinya oleh pihak sekola akan di jelaskan panjang lebar mengenai hal tersebut, atau mungkin kalian semua sebelum masuk SMA/SMK, sudah mengincar atau mencari informasi tersebut melewati gugel atau guru BK SMP. dan kebanyakan pada berpikir "oh jurusan ipa nih, nantinya banyak sekali perhitungan. ips tidak banyak perhitungan. aku mau masuk ips ah, biar ga ketemu matematika" atau "wah jurusan bahasa nih, perhitungannya tidak ada sama sekali. aku mau masuk bahasa ah, biar ga pusing tujuh keliling ngerjain soal matematika kaya waktu SMP" atau mungkin juga kalian sudah menetukan target jika kalian ingin masuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan jurusan dan fakultas yang di inginkan di bangku kuliah, maka kalian sudah tau kalau masuk jurusan/fakultas A harus masuk jurusan ini begitu seterusnya. 

    jujur, ya saya ini tipe orang yang sangat menyukai hal-hal berbau bahasa, sastra, dan seni. tapi kenapa saya memilih masuk jurusan IPA ketika saya waktu SMA sedangkan dulu ketika hendak masuk SMA nilai nem/UN saya tidak memenuhi stadar tersebut. kenapa? karena saya memegang teduh prinsip seperti pada judul artikel ini. dan orang tua saya sejak SD sampe SMP terus menerus memasukan saya kedalam les matematika baik secara privat dengan guru yang mengajar saya sendiri waktu di sekola atau pun dengan bimbel yang ada, tapi hasilnya pun tetap saja saya ga bisa matematika. sampai-sampai saya pun ikut membenci mata pelajaran, tapi ketika saya merenungkan diri dengan melihat sekeliling saya yang seiring waktu berjalan ternyata matematika itu hal dasar yang harus dimiliki oleh setiap manusia. mengapa? karena dasar-dasar dari matematika itu lah yang nantinya akan kita gunakan di kehidupan sehari-hari, bukan cuman seorang manusia yang alumni jurusan ipa saja tapi semua manusia baik itu dari jurusan bahasa atau jurusan lain. ketika SMA, saya masuk lah salah satu tempat bimbel yang ada di kota saya. kelas 10 saya ikut, meskipun pada saat itu level matematika saya masih jelek, saya masih membenci mapel tersebut. dan ketika saya di kasih tugas oleh guru,saya lupa waktu ini saya di kasih tugas apa. yang inti dari itu semua, ketika kita di kasih tugas oleh guru dan kita nyobain sendiri tapi tenyata tetap ga bisa mau berapa kali cobain pun ga bisa, mungkin kita nya ga mendengarkan penjelasan guru atau otak kita nya yang lambat. otomatis setelah itu kita datang ke guru les dan nanya soal2 tugas tersebut. dan guru itu pun menjelaskan. ketika moment tersebut, mungkin ada mungkin engga (aku ga tau, maapkan) guru yang menguji level tingkat matematika sang murid. dan ketika saya mengalami hal tersebut, kalo tak salah saya diam. dan guru itu pun kembali menjelaskan secara rinci kenapa hasil begitu (awalnya dengan cara-cara anak SMA/SMP, tapi ketika aku terdiam. dia mulai dengan cara anak SD, seperti matematika dasar) di sana guru tersebut menyuruh saya kembali berlatih matematikanya. and i know it, itu satu kelemahan saya yang ingin pada saat itu juga saya ubah, tapi saya bingung how to change it.

    ketika saya kelas 11,di tempat bimbel pada saat kelas 10 saya gunakan. ternyata mereka punya satu program atau cabangnya dari si official bimbel tersebut yang di khusus kan untuk matematika. tanpa pikir panjang, ada rasa keinginan ingin ikut program tersebut. mereka juga mempunyai sebuahproram khusus untuk anak-anak kelas 11 yang ingin melanjutkan ke jenjang bangku kuliah khusus PTN dengan jaminan kita masuk PTN tersebut baik dari segi SNMPTN atau SBMPTN atau mungkin UM, ntah lah untuk hal UM dari PTN sendiri. jika kita gagal masuk, maka seberapa persen dari uang yang kita bayarkan akan kembali pada kita. dalam program tersebut, terdapat pula satu program yang paling-paling saya suka, yaitu program pengetesan uji tingkatan level matematika. mengapa? ya pasti para pembaca sudah tau lah alasannya, tak perlu saya jelaskan lagi. dulu saya ingin ngasih tau ayah saya bahwa jika saya tidak masuk program yang khusus matematika itu, maka saya harus masuk program jaminan. kalimat tersebut ntah tersampaikan apa tidak kepada ayah saya. but the last, saya masuk program jaminan bersama anak-program jaminan lainnya yang sudah punya target ke jenjang berikunya sedangkan saya masih abu-abu, yang saya inginkan saat itu hanya ingin jadi penulis atau translator (intinya berhubunga ama bahasa). rata-rata anak tersebut tingkat level matematikan masih setingkat SD ntah kelas 1 atau kelas berapa saya lupa. (sebelum ngelanjutin, mungkin ada dari para pembaca sekalian yang merupakan teman satu les program tersebut atau mungkin guru les di bimbel tersebut. maapkan aku menceritakan hal ini, ini merupakan langkah awal aku dalam menaklukan mapel matematika) 

    setiap hari, setiap minggu, setiap pertemuannya kami dalam satu kelas yang di khususkan bagi murid program tersebut, selalu memamerkan tingkat level matematika kami kepada sesama anak program jaminan yang setiap pertemuannya mungkin ada yang maju ke babak soal selanjutnya. yang tidak berlanjut terpaksa oleh guru atau guru tersebut menyuruh salah satu murid yang sudah melewati babak tersebut mengajarkan, supaya ilmu yang mereka tidak terbuang sia-sia. seiring berjalannya waktu, akhirnya kami pun berhasil melewati soal-soal SD, SMP, dan selanjutnya sekarang soal SMA. pengalamn tersebut membuat saya menjadi menyukai matematika, dan bisa mengerjakan soal-soal matematika, ya meskipun jika ada yang meminta pertanyaanya tentang soal tersebut saya harus nanya dulu, itu materi nya tentang apa. karena ga semua materi matematika bisa aku pelajari, dan untuk dasar-dasar matematika terkadng selalu aku pakai jika sedang tidak berdekatan dengan namanya kalkulator. 

    selanjutnya mapel yang akan saya ceritakan ialah mapel yang mejadi satu-satu nya alat komunikasi ke seluruh dunia. yap, benar! bahasa inggris. bahasa merupakan bahasa pertama di dunia yang mau tidak mau kita harus mempelajarinya, baik itu dari segi writing, speaking, listening, dan grammer. mungkin awal saya menyukai hal berbau bahasa itu dari novel-novel khusus anak kecil yang author nya pun anak kecil dan  berlanjut ke SMP yang dimana guru bahasa inggris SMP pernah menampilkan sesosok tokoh yang sangat saya kagumi karena kepintaran dia dalam speak up in other languange include bahasa inggris, tapi sayangnya di umur beliau almh (correct if i wrong dalam menulis almarhumah) yang masih muda sudah di panggil yang maha kuasa. jujur para pembaca mungkin dalam manulis artikel mapel bahasa inggris saya ini, saya mungkin akan selalu mengeluarkan derai air mata. karena ada beberapa yang saya inginkan saya sukai di dunia bahasa ini mungkin bukan jalan hidup saya yang sudah di tetapkan oleh allah SWT, tapi sisi lain saya selalu berdoa agar didekatkan dengan hal bgtuan baik berupa bicara dengan bule seperti dalam artikel saya yang sebelumnya, atau hal lain. kembali ke topik, mungkin jika ia masih hidup saya bisa berfoto barengnya, sharing ilmu, dan mungkin akan memberikan trik supaya saya bisa seperti dia yang kerja di PBB, bertemu banyak bule, dan berbicara dalam berbagai bahasa di dunia. lanjut ke tingkat SMA yang dimana  mungkin setelah saya menyukai menguasai matematika, keinginan untuk menjadi seorang penulis, sastrawan inggris, atau translator itu pudar sampai detik-detik saya ingin melanjutkan jenjang pendidikan saya. keinginan tersebut kembali muncul, dan jujur sebelum saya mau SMA, saya sudah menargetkan bahwan saya akan masuk jurusan bahasa inggirs UI. but, finnaly i can't do it. padahal saya sudah bicara sama keluarga saya, but in the case mereka tetap melarang saya. keluarga saya berpikir, bahwa masuk jurusan sastra inggris hanya bisa menjadi guru/dosen. di situ saya bener-bener sakit hati, bener-bener kesal, sedih sama keluarga saya sendiri. rasanya pengen bilang "lulusan bahasa inggris tuh kerjaannya bukan cuman sebagai guru aja, tetapi bisa juga sebagai penerjemah buku, tour guide,  dan lain sebagainya". 'cause honestly i hate to be a teacher, i dont know why. mungkin karna melihat anak-anak di kelas saya atau yang lain, ntah lah. pokonya saya ga suka. but, ada satu jurusan di UPI yang dimana dijurusan itu kita ngajar tapi komunikasi menggunakan bahasa inggris. ya, i know what do you think about me. katanya ga mau jadi guru, tapi ko malah ngomongin jurusan ini. ya saya memang ga mau jadi guru, but for this ga tau kenapa tiba-tiba saya ingin kuliah di jurusan tersebut. but in the case, ketika hari kelulusan pengumuman tersebut saya ga keterima ntah mungkin karna wawancara bahasa inggrisnya yang saat itu untuk soal vocab, saya masih belum hapal padahal itu pertanyaan yang mungkin bisa terjawabkan pada artikel ini.

    selanjutnya pada saat masih memilih perguruan tinggi. setelah ikut USM UPI, saya ikut USM polban dan jurusan yang saya ambil waktu itu tidak lain tidak bukan pastinya bahasa inggris dan satu lagi saya lupa yang inti dari jurusan tersebut pokonya tentang administrasi gitu. USM Polban itu satu-satu nya PTN atau sekola kedinasan yang terakhir saya coba. saya menangis sejadi-jadinya di kamar saya. dan berdoa pada allah SWT. "jika memang saya tidak di takdirkan untuk masuk jurusan sastra bahasa inggris, tolong bantu saya bisa kuliah/keja/jalan2 ke luar negeri atau ngomong sama orang bule asli luar negeri, karena menurut saya hal tersebut merupakan hal paling efektif untuk belajar bahasa inggris dari pada berbicara ke sesama orang indonesia yang bisa bahasa inggris even though dia jago bahasa inggris". in the case, seperti yang sudah aku ceritain di artikel sebelumnya. akhirnya aku bisa ngomong sama orang bule, meskipun kaka-kaka saya melarang saya untuk melakukan hal tersebut karena takut saya kenapa-kenapa dengan si bule itu atau unknown.

    mapel selanjutnya yang tidak lain dan pasti ialah bahasa indonesia, alasannya sangat sederhana karena kita orang indonesia, sudah sepatutnya kita menguasai bahasa induk kita sendiri. materi bahasa indonesial bakal ada sampai kita kerja nanti loh. mengapa? alasannya sangat-sangatlah sederhana yang berbalik ke alasan pertama ya karena kita ini orang indonesia yang sangat ramah, sopan santun terhadap yang tua dan orang asing juga. makan ketika kita melamar pekerjaan, mengirimkan proposal kepada atasan baik itu manager, direktur, CEO, dosen, kating, bupati, dan lain sebagainya. pastinya kita perlu menggunakan tanda baca EYD yang benar. kuliah saya sebentar lagi akan menuju hari kelulusan meskipun di hitung tahun depan (insya allah yaa, mohon doanya para pembaca, semoga lulus dengan nilai memuaskan), banyak sekali pengalaman dalam mengerjakan laporan, makalah, essay, KTI, latihan PTA. dan itu semua di perlukan banyak referensi bahasa indonesia dan tanda baca EYD yang tepat yang dapat di pahami oleh para dosen dan semacamnya.   

    BONUS MAPEL IS MAPEL AGAMA/BAHASA ARAB

mapel agama/bahasa arab, kenapa aku bilang begitu? karena

    sekian dari pengalaman hidup saya mengenai prinsip dan pendapat saya tehadap dunia pendidikan saya. jika kalian merasa penasaran dengan beberapa hal yang saya jelaskan secara ringkas pada artikel di atas, kalian bisa memberi komennya atau bisa dm atau mengirim pesan di twitter. thank you for your attention, hey readers! see you in others article, bye bye

Komentar

Postingan Populer